Judul : Lukisan
Pengarang : Gola Gong
Penerbit : Venus
Khasanah
Thn. Pernerbit : 2001
Cetakan : 2, 2001
Halaman : 43
Masalah Buku :
Buku “Lukisan” ini hadir sebagai kisah Febri si anak
mandiri dan mampu memurtuskan sikap jika ada kesulitan.
Dari kisah ini dapat dipetik saripati, yaitu bagaimana
seorang anak bersikap kepada orang tuanya.
Biografi :
Gola Gong lahir di Purwakata, Jawa barat, 15 agustus
1963. masa kanak-kanak hingga remaja dihabiskan di Serang, Banten. Lulus dari
SMAN 01 Serang. Melanjutkan kefalkutas sastra unpad Bandung . Cuma sampai semester V saja karena
lebih suka menggelandang memperkaya batin ke pelosok Indonesia .
Rangkuman :
Febri berjalan sendirian di pasir putih. Cottage tempatnya
menginap bersama papa-mamanya sudah jauh di belakang. Diantara keharmonisan
pantai ; perahu, ombak, nelayan, dan nyiur melambai. Febri anak semata wayang. Papa-mamanya
memang sangat memanjakannya. Mereka tidak pernah melepaskannya pergi sendirian.
Febri mencoba duduk di perahu, tetapi terpeleset, memang sulit duduk di
punggung perahu jika tidak terbiasa. Febri berkenalan dengan anak yang namanya
Tomo. Selama ini Febri tidak terbiasa dengan lelaki asing. Sewaktu pulang
semalam, keadaan Febri amburadulan, rambutnya awut-awutan, pakaian basah dan
kotor oleh pasir laut. Tomo berusaha menguasai keadaan. Seorang lelaki-sopir
keluarga Febri, menghampirinya. Tanpa basa-basi ia langsung mencengkram leher
Tomo kemudian memukulnya. Untung Tomo sempat berkelit. Tomo mengeluh, dia
pasrah dan membiarkan saja Febri dibawa pergi orang tuanya. Kini yang ada
dibenaknya, dia ingin berlari kegubuknya, menyelesaikan lukisan Febri yang
belum selesai. Tomo duduk berangin-angin di teras gubuknya. Tomo hanya tersita
kepada kepada Febri ; tawa, manja, senyum, dan tangisnya. Dia kembali duduk
kesepian di teras gubuknya. Di depannya ada sebuah lukisan seorang gadis, yang
dengan susah payah membuatnya. Mereka saling membicarakan. Hasil karya para
pelukis muda. Karya Tomo yang paling sering dibicarakan. Tomo tertawa senang. Dia
ingat, ketika menggoda Febri diawali pertemuannya. Tomo berlari dipasir, ombak
sesekali membasahi kedua kaki mereka. Sementara cakrawala sebuah perahu melaut.
Layarnya terkembang menghiasinya. Pelan-pelan matahai tenggelam.
Buku yang berjudul “Lukisan”
karya Gola Gong, sangat bagus. Terutama pada tulisannya sangat rinci, covernya
sudah bagus. Pesan dari buku ini , kita harus menaati peraturan-peraturan yang
dibuat oleh orang tuanya. Jangan sesekali kita melanggar apa yang harus dikatakan
oleh orang tua. Dengan keberanian dan ketegaran kita mengambil sikap yang
menunjukan bahwa kita sudah dewasa.
Buku yang hampir tidak
memiliki kekurangan ini menjelaskan dalam bentuk kalimat yang tidak terlalu
rumit. Sayangnya, ada juga beberapa kalimat-kalimat atau kata-kata yang
bahasanya terdengar asing bagi kita. Seharusnya kalimat-kalimat itu
harus memakai bahasa yang mudah di pahami oleh pembacanya. Meskipun buku ini memiliki sedikit
kekurangan, tapi tentu tidak menjadi masalah, karena, isinya memang sangat
berguna bagi kita.
Terlepas dari kekurangan yang ada, buku ini layak Anda baca karena isinya sangat menarik dan informatif. Selain itu, dengan membaca buku ini Anda akan termotivasi untuk menjadikan diri Anda sebagai orang yang berguna bagi orang lain, baik masyarakat maupun Negara. Marilah kita belajar tentang kegigihan, kerja keras, perjuangan, dan pengorbanan untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara kita sendiri.