Tap

Wednesday, October 9, 2013

RESENSI buku fiksi

Judul                    : Lukisan
Pengarang           : Gola Gong
Penerbit               : Venus Khasanah
Thn. Pernerbit    : 2001
Cetakan               : 2, 2001
Halaman              : 43

Masalah Buku :
            Buku “Lukisan” ini hadir sebagai kisah Febri si anak mandiri dan mampu memurtuskan sikap jika ada kesulitan.
            Dari kisah ini dapat dipetik saripati, yaitu bagaimana seorang anak bersikap kepada orang tuanya.

Biografi :
            Gola Gong lahir di Purwakata, Jawa barat, 15 agustus 1963. masa kanak-kanak hingga remaja dihabiskan di Serang, Banten. Lulus dari SMAN 01 Serang. Melanjutkan kefalkutas sastra unpad Bandung. Cuma sampai semester V saja karena lebih suka menggelandang memperkaya batin ke pelosok Indonesia.

Rangkuman :
            Febri berjalan sendirian di pasir putih. Cottage tempatnya menginap bersama papa-mamanya sudah jauh di belakang. Diantara keharmonisan pantai ; perahu, ombak, nelayan, dan nyiur melambai. Febri anak semata wayang. Papa-mamanya memang sangat memanjakannya. Mereka tidak pernah melepaskannya pergi sendirian. Febri mencoba duduk di perahu, tetapi terpeleset, memang sulit duduk di punggung perahu jika tidak terbiasa. Febri berkenalan dengan anak yang namanya Tomo. Selama ini Febri tidak terbiasa dengan lelaki asing. Sewaktu pulang semalam, keadaan Febri amburadulan, rambutnya awut-awutan, pakaian basah dan kotor oleh pasir laut. Tomo berusaha menguasai keadaan. Seorang lelaki-sopir keluarga Febri, menghampirinya. Tanpa basa-basi ia langsung mencengkram leher Tomo kemudian memukulnya. Untung Tomo sempat berkelit. Tomo mengeluh, dia pasrah dan membiarkan saja Febri dibawa pergi orang tuanya. Kini yang ada dibenaknya, dia ingin berlari kegubuknya, menyelesaikan lukisan Febri yang belum selesai. Tomo duduk berangin-angin di teras gubuknya. Tomo hanya tersita kepada kepada Febri ; tawa, manja, senyum, dan tangisnya. Dia kembali duduk kesepian di teras gubuknya. Di depannya ada sebuah lukisan seorang gadis, yang dengan susah payah membuatnya. Mereka saling membicarakan. Hasil karya para pelukis muda. Karya Tomo yang paling sering dibicarakan. Tomo tertawa senang. Dia ingat, ketika menggoda Febri diawali pertemuannya. Tomo berlari dipasir, ombak sesekali membasahi kedua kaki mereka. Sementara cakrawala sebuah perahu melaut. Layarnya terkembang menghiasinya. Pelan-pelan matahai tenggelam.




Buku yang berjudul “Lukisan” karya Gola Gong, sangat bagus. Terutama pada tulisannya sangat rinci, covernya sudah bagus. Pesan dari buku ini , kita harus menaati peraturan-peraturan yang dibuat oleh orang tuanya. Jangan sesekali kita melanggar apa yang harus dikatakan oleh orang tua. Dengan keberanian dan ketegaran kita mengambil sikap yang menunjukan bahwa kita sudah dewasa.
Buku yang hampir tidak memiliki kekurangan ini menjelaskan dalam bentuk kalimat yang tidak terlalu rumit. Sayangnya, ada juga beberapa kalimat-kalimat atau kata-kata yang bahasanya terdengar asing bagi kita. Seharusnya kalimat-kalimat itu harus memakai bahasa yang mudah di pahami oleh pembacanya. Meskipun buku ini memiliki sedikit kekurangan, tapi tentu tidak menjadi masalah, karena, isinya memang sangat berguna bagi kita.



Terlepas dari kekurangan yang ada, buku ini layak Anda baca karena isinya sangat menarik dan informatif. Selain itu, dengan membaca buku ini Anda akan termotivasi untuk menjadikan diri Anda sebagai orang yang berguna bagi orang lain, baik masyarakat maupun Negara. Marilah kita belajar tentang kegigihan, kerja keras, perjuangan, dan pengorbanan untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara kita sendiri.